Pengenalan Sistem Informasi dan Strategi Organisasi
Apa itu sistem
informasi ?
Secara
singkat Sistem Informasi (SI) sebuah sistem yang mana terdiri
dari teknologi atau alat, media yang digunakan, prosedur yang terorganisir,
serta sumber daya manusia yang didalamnya bekerja sebagai sebuah kombinasi
membentuk sebuah sistem yang terorganisir. Kombinasi antara teknologi dan
manusia ini bekerja untuk mendapatkan sebuah informasi yang kemudian digunakan
untuk mendukung suatu manajemen guna mengambil sebuah kebijakan atau keputusan.
1. Pentingnya Sistem
Informasi
Di era modern ini,
Sistem Informasi mempermudah kehidupan manusia khususnya di bidang organisasi
dan bisnis.
Peran penting SI,
menurut Alter (1992) :
1. Berpartisipasi
dalam pelaksanaan tugas-tugas (otomasi)
2. Mengaitkan
perencanaan, pengerjaan, dan pengendali dalam sebuah subsistem
3. Mengkoordinasikan
subsistem-subsistem
4. Mengintegrasikan
subsistem-subsistem
2. Dampak teknologi
informasi terhadap organisasi dan Sistem Informasi
Dampak teknologi
bagi individu, organisasi dan masyarakat (sosial) tidak dirasakan sebagai hal
yang baru. Kini kita telah banyak mengetahui dan merasakan kelebihan dan
kekurangan penggunaan teknologi informasi. Di bagian ini akan dilihat bagimana
TI memberikan pengaruh. Dampak-dampak yang akan dijelaskan berikut ini lebih
mengarah pada dampak dari software teknologi informasi.
Dampak TI pada
organisasi
Penggunaan teknologi informasi, termasuk Web, telah membawa
banyak perubahan organisasional dalam berbagai area, antara lain:
- Struktur organisasi, otoritas,
kekuatan
TI memungkinkan peningkatan produktivitas para manajer,
perluasan pengendalian (banyak karyawan untuk tiap supervisor), dan pengurangan
jumlah manajer serta tenaga ahli. Maka akan semakin sedikit tingkat manajerial
yang akan ada dalam banyak perusahaan, dan akan makin sedikit pula staf manajer
operasi. Hierarki organisasional yang lebih datar akan menghasilkan pengurangan
dalam jumlah total karyawan, rekayasa ulang proses bisnis, peningkatan
produktivitas karyawan, dan kemampuan karyawan di tingkat yang lebih rendah
untuk melakukan pekerjaan di tingkat yang lebih tinggi melalui dukungan sistem
informasi. Perkembangan terbaru dalam sistem terkomputerisasi mengubah struktur
kekuatan dalam perusahaan.
- Tugas dalam pekerjaan
Sebuah tugas dalam pekerjaan akan berhubungan dengan
tanggung jawab pekerjaan tersebut. Dalam hal ini TI mengubah tugas dalam
pekerjaan dan kumpulan kemampuan. Tanggung jawab pekerjaan penting tidak hanya
karena berkaitan dengan stuktur perusahaan, tetapi juga karena berkaitan dengan
kepuasan karyawan, kompensasi, status, dan produktivitas. Berbagai perubahan
dalam tanggung jawab pekerjaan terjadi ketika restrukturisasi proses bisnis
dilakukan, dalam hal ini diperlukan kemampuan komputer dalam tingkat yang lebih
tinggi untuk para pekerja dan perlunya pelatihan ulang.
- Jenjang karier karyawan
Peningkatan penggunaan TI dalam perusahaan secara signifikan
dan dapat menimbulkan dampak tidak terduga atas jenjang karier. Telah banyak
profesional berkeahlian tinggi yang telah mengembangkan kemampuan mereka
melalui pengalaman selama bertahun-tahun, memiliki serangkaian posisi yang
menghadapkan mereka pada situasi yang makin sulit dan rumit. Penggunaan
e-learning dan tutorial inteligen dapat menjadi jalan pintas bagi pembelajaran
ini karena memungkinkan pengangkapan dan pengelolaan penggunaan pengetahuan
secara lebih efisien.
- Supervisi
Fakta bahwa pekerjaan seorang karyawan dilakukan secara
online dan disimpan secara elektronik menimbulkan kemungkinan adanya supervisi
elektronik yang lebih besar. Supervisi jarak jauh lebih banyak menekankan pada
pekerjaan yang diselesaikan dan lebih sedikit berkaitan dengan hubungan
personal serta politik kantor. Dalam hal ini internet memiliki potensi untuk
meningkatkan supervisi jarak jauh.
- Pekerjaan manajer
Tugas yang paling penting bagi manajer adalah mengambil
keputusan. TI dapat mengubah cara pengambilan keputusan dibuat, dan akibatnya
juga mengubah pekerjaan para manajer. Bagi para manajer teknolog informasi
memberi mereka waktu untuk keluar dari kantor dan masuk ke lapangan. Mereka
juga dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk aktivitas perencanaan.
Pengumpulan informasi untuk pengambilan keputusan kini dapat dilakukan secara
lebih cepat melalui mesin pencari dari internet. TI mengurangi waktu yang
dibutuhkan untuk melengkapi tahapan dalam proses pengambilan keputusan. TI juga
dapat mengubah syarat kepemimpinan, contohnya komunikasi langsung yang biasanya
dilakukan dapat digantikan oleh e-mail dan konferensi terkomputerisasi. Hal tersebut
menyebabkan kualitas kepemimpinan yang berkaitan dengan kehadiran fisik akan
berkurang. Kepemimpinan yang efektif dapat dianggap lebih berkaiatan dengan
komunikasi berbasis komputer.
3. Keuntungan
Teknologi Informasi pada Organisasi
·
Yang tadinya manual menjadi otomatis,
dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerjanya, biaya untuk kertas, alat
tulis, dll. Selain itu,
penggunaan IT akan menghindarkan kesalahan pengolahan data perusahaan yang
disebabkan oleh kelalaian sumber daya manusia(human error).
·
Waktu mengerjakan yang lebih cepat
dengan adanya IT. Sebab dengan IT ini
akan memperpendek rantai birokrasi, yang tadinya selesai dalam 1 minggu dengan
IT hanya butuh waktu 1 hari. Apabila waktu tadi kita konversikan ke
biaya maka akan mendapatkan penghematan sekian rupiah.
·
Pengambilan keputusan yang lebih cepat,
karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat. Hal
ini tentu saja akan menjadikan perusahaan menjadi lebih kompetitif. Sebab
dampaknya akan sangat besar, bisa jadi karena
pengambilan keputusan yang lambat sebuah perusahaan akan kehilangan banyak
order.
·
Dengan penerapan teknologi IT kita akan
dapat menghemat biaya promosi dan pemasaran, karena promosi lewat web site akan
sangat murah dan konsumen dapat melihat profil perusahaan dari mana saja
diseluruh dunia.
·
Dengan IT maka sistem akan dapat
terintegrasi di semua kantor atau perusahaan sehingga hal ini akan dapat
meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan
cepat mengetahui kondisi perusahaannya tanpa harus berkunjung ke kantor cabang
yang jauh dan memakan biaya transportasi.
4. Sistem Informasi Untuk Kebutuhan
Kompetitif
Model sistem umum
perusahaan akan dapat menjadi contoh pola yang baik untuk menganalisis sebuah
organisasi. Model ini akan menyoroti unsur-unsur yang seharusnya ada dan
bagaimana unsur-unsur tersebut seharusnya berinteraksi. Dalam hal yang sama,
model delapan unsur lingkungan sebuah perusahaan dapat menjadi suatu cara yang
baik untuk memahami kompleksitas dari bagaimana perusahaan akan berinteraksi
dengan lingkungannya. Integrasi antara model sistem umum dan model delapan
unsur lingkungan akan menjadi dasar dari suatu konsep manajemen rantai pasokan
(supply chain management).
Keunggulan
kompetitif dapat dicapai melalui pengelolaan sumber daya fisik, akan tetapi
sumber daya virtual ternyata juga dapat memainkan peranan yang besar. Michael
E. Porter diakui sebagai orang yang paling banyak mengungkapkan konsep
keunggulan kompetitif dan mengontribusikan pemikiran-pemikiran mengenai rantai
nilai (value chain) dan sistem nilai (value system), yang setara dengan melihat
sesuatu secara sistem atas perusahaan dan lingkungannya.Para eksekutif
perusahaan dapat menggunakan informasi tersebut untuk mendapatkan keunggulan
strategis, taktis, dan operasional.
5. Strategi Kompetitif dan Sistem
Informasi Strategi
Sistem Informasi Strategis adalah dukungan terhadap
sistem informasi komputer yang digunakan pada tingkat organisasi yang
mengubah tujuan operasional, produk jasa dan hubungan lingkungan untuk membantu
organisasi. Sedangkan menurut Martin
(1994), Sistem Informasi
Strategis adalah alat untuk mengimplementasikan strategi dengan menggunakan
informasi, pengolahan informasi dan komunikasi informasi. Menurut Laudon(1997), Sistem Informasi
Strategis adalah sistem komputer yang digunakan pada setiap tingkatan
organisasi yang mengubah tujuan operasional, produk jasa dan hubungan
lingkungan untuk membantu organisasi memperoleh keunggulan kompetitif.
Comments
Post a Comment